this is about life story

Born to be Somebody



Hi friends, here i would like to tell about my favourite song, that is Born to somebody by Justin Bieber. Why? because i like the lyrics, fused with my soul, sweep. Here they are the lyrics

Born to be Somebody
Justin Bieber

There's a dream in my soul, a fire that's deep inside me  
There's a me no one knows, waiting to be set free 
I'm gonna see that day, I can feel it, I can taste it
Change is coming my way  

I was born to be somebody  
Ain't nothing that's ever gonna stop me 
I'll light up the sky like lighting 
I'm gonna rise above, show 'em what I'm made of



I was born to be somebody 
I was born to be  
And this world will belong to me  

This life can kick you around, whoa  
This world can make you feel small, whoa  
They will not keep me down, whoa 
I was born to stand tall

I'm goin' all the way  
I can feel it, I believe it 
I'm here, I'm here to stay


I was born to be somebody  
Ain't nothing that's ever gonna stop me  
I'll light up the sky like lighting  
I'm gonna rise above, show 'em what I'm made of
 

I was born to be somebody  
I was born to be  
And this world will belong to me  

Feel it  
Believe it  
Dream it  
Be it  

I was born to be somebody  
Ain't nothing that's ever gonna stop me  
I'll light up the sky like lighting  
I'm gonna rise above, show 'em what I'm made of
 

I was born to be somebody  
I was born to be  
And this world will belong to me
 

Oh oh, oh oh  
This world will belong to me  
Yeah, yeah, oh  
This world will belong to me
[Read More...]


Hasil Nilai UN yang mengejutkan



Wah, hasil ujian nasional dalam bulan-bulan ini sudah di umumkan. Baik SMA, SMP maupun SD. Tapi pada hari itu pasti ada hal yang mengejutkan bagi kita. misalnya saja siswa yang selalu mendapat rangking satu-dua-tiga TUC tapi waktu pengumuman hasil UN yang sesungguhnya malah dirinya tak disebut. Bahkan tergantikan dengan siswa yang tak pernah mendapatkan ranking, bahkan dirasa gak mungkin bakalan dapat ranking. But the real, banyak kejadian seperti ini. Saya juga menjumpai hal-hal seperti ini.

Maybe ada unsur bejo (beruntung) kali yaa. Namun menurut saya hal ini juga tumbuh dari dalam diri. Siswa yang biasanya di ranking bawah, pasti dia akan mengoreksi dirinya, "kenapa aku tak bisa mendapat ranking??" dan hal ini lah dia berambisius ingin seperti mereka. Dan begitu pula dengan kebalikannya, siswa yang biasanya mendapatkan rangking atas akan menggampangkan masalah. Dalam dirinya, pasti akulah yang paling hebat, sehingga dia tidak tahu bahwa sudah banyak teman yang mengincar posisinya. Namun tidak semua seperti ini kok. :D

____Oh ya, masih ingat kan.. kalau persangkaan Allah itu sam dengan persangkaan hambanya :) ____

Saya ingat dengan perkataan teman saya, kalau UN itu ga adil. Ya seperti yang tersebutkan tadi. 'Orang yang pinter-pinter malah ga jadi juara. Mengabdi tiga tahun cuma di tes 4 hari. Hal ini ga fair.' Saya sempat setuju dengan pendapat teman saya. Namun bagaimana lagi, sudah ketentuan dari pemerintah, bukan?

Oleh karena itu, buat teman-teman semuanya. Tingkatkan belajar, kerja keras dan tentunya sertai doa dan tawakal. Sekian. Terimakasih :)

oleh : @aulia_dew
[Read More...]


Ibu



ibu, adalah pahlawan bagi diri kita.. jasa-jasa nya tak kan pernah bisa terbalas sebesar apapun pembalasan kita.. berikut artikel tentang ibu yang saya kutip dari web . semoga sobat tidak lelah membaca. maknai yang tersirat, betapa besar pengorbanan ibu.

Ibu

Baru sekarang terasa ada ‘sesuatu’ kepada Ibuku. Saya perhatikan seolah kami berdua berlomba berbuat kebaikan. Ketika saya berbuat satu kebaikan, Ibu malah lebih baik lagi kepadaku, dengan berpuluh-puluh kebaikan. Sikapnya melebihi seperti kepada bukan anaknya. Hingga akhirnya saya merasa kalah; kapan saya bisa membalas kebaikannya, kalau terus-menerus Ibu selalu berbuat baik dan baik kepadaku? Padahal seharusnya sayalah yang paling berkewajiban untuk melakukan itu semua – birrul walidain.

Ketika pulang kampung, selalu saja Ibu menyediakan makanan enak kesukaanku waktu kecil. Blenyik (semacam bergedel terbuat dari campuran ketela dan kelapa) dan ingkung (ayam utuh) selalu disediakan. “ Ini untukmu,” katanya. Harusnya sekarang waktukulah untuk menyediakan makanan yang sehat buat Ibuku. Kala dia butuh asupan untuk memelihara kebugaran tubuhnya yang sudah renta. Tapi ini malah sebaliknya. Ketika saya tolak, dengan lembutnya ia menjawab; “Ibu senang, kamu sudah bantu Ibu selama ini. Dan ini sedikit yang bisa Ibu berikan. Makanlah.”  Aku pun terkesima, harus bagaimana lagi selain menerima dan mensyukurinya. Rasanya seperti mitra dagang. Jauh di relung hati, tertambat nelangsa, apalagi kalau mengilas balik kisah – kisah istimewa akan hal ini. Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib adalah seorang yang terkenal sangat berbakti kepada ibunya, sampai-sampai ada orang yang berkata kepadanya, " Engkau adalah orang yang paling berbakti kepada ibumu, akan tetapi kami tidak pernah melihatmu makan bersama ibumu." Beliau menajawab, "Aku takut kalau-kalau tanganku mengambil makanan yang sudah dilirik oleh ibuku. Sehingga aku berarti mendurhakainya." (Diambil dari kitab Uyunul Akhyar karya Ibnu Qutaibah). Masih terngiang di dalam ingatan, kalau Ibu suka memberikan bagian-bagain makanan yang terenak kepada anaknya, untuk menghindari rebutan dan keributan.  Dan sebenarnnya Ibu pasti menginginkan makanan enak itu, tapi ia mengalah. Rela berbagi dan memilih makan makanan sisa yang ditolak anak-anaknya. Bahkan, makanan yang tidak enak pun dia bilang enak, sangat eunak, agar anaknya mau memakannya, mencontohnya.  Ohh, Ibu..! I missed U.

Dan ketika di ujung telepon engkau bertanya; “Gak ada rencana pulang?” Berarti itu sebenarnya perintah untuk pulang. Sayang aku selalu beralasan dengan kesibukan-kesibukan, acara demi acara dan pertemuan ke pertemuan sehingga engkau pun ‘sepertinya’ mafhum adanya. Padahal buat Ibu itu hal sederhana; bertemu dengan wajah anaknya dan cucu-cucunya. Namun justru sekarang berhadapan dengan wajah-wajah kesibukan, topeng-topeng acara, dan rupa-rupa meeting yang abstrak buatnya. Namun, ia mencoba memahami zaman dan segala rupa dinamikanya. Betapa bersalahnya aku, tidak menjawab panggilan itu dengan tepat. Malah, aku hanya minta doa agar semua diberi kelancaran dan kebarokahan. Tidak seperti Haiwah bin Syuraih, seorang ulama besar, yang suatu hari ketika beliau sedang mengajar, ibunya memanggil. "Hai Haiwah, berdirilah! Berilah makan ayam-ayam dengan gandum." Mendengar panggilan ibunya beliau lantas berdiri dan meninggalkan pengajiannya . (Diambil dari al-Birr wasilah karya Ibnu Jauzi). Masih jauh panggang dari apinya.

Bahkan, kala mendengar kabar sakit Ibupun, masih terus sibuk dengan urusan kerja dan kerja. Seraya dengan mudah bibir ini berkata;”Sudah dibawa ke dokter kan? Ke rumah sakit saja?” Duh, anak macam apa aku ini. Begitu ringannya berkata seperti itu, hanya alasan jarak dan waktu. Dan diri ini tersiksa karenanya. Bertolak belakang dengan Kahmas bin al-Hasan at-Tamimi. Suatu ketika ia melihat seekor kala jengking berada dalam rumahnya, beliau lantas ingin membunuh atau menangkapnya. Ternyata beliau kalah cepat, kalajengking tersebut sudah masuk ke dalam liangnya. Beliau lantas memasukkan tangannya ke dalam liang untuk menangkap kala jengking tersebut. Beliaupun tersengat kala jengking. Melihat tindakan seperti itu ada orang yang berkomentar, "Apa yang kau maksudkan dengan tindakan seperti itu?"
Beliau mengatakan, "Aku khawatir kalau kala jengking tersebut keluar dari liangnya lalu menyengat ibuku." (Diambil dari kitab Nuhzatul Fudhala’). Ibu, berikan aku kesempatan untuk menjagamu. Maafkanlah anakmu.

Di dalam bebal memori otak anakmu ini, masih terngiang keinginan-keinginan Ibu. Walau itu datang samar dan sendu, deburnya masih jauh belum berlalu. Terekam nian dalam kalbu. Terngiang kencang di telingaku. Aku bisa merasakannya, namun tidak semua bisa aku penuhi. Walau sudah beribu kali aku mohon pertolongan Ilahi Robbi dan usaha kanan-kiri. Semoga cukup waktu untuk semua itu. Dan kemampuan ada bersamaku. Memang tidak seperti cerita Muhammad bin Sirrin yang mengatakan, di masa pemerintahan Ustman bin Affan, harga sebuah pohon kurma mencapai seribu dirham. Meskipun demikian, Usamah bin Zaid membeli sebatang pohon kurma lalu memotong dan mengambil jamarnya (bagian batang kurma yang berwarna putih yang berada di jantung pohon kurma). Jamar tersebut lantas beliau suguhkan kepada ibunya. Melihat tindakan Usamah bin Zaid, banyak orang berkata kepadanya, "Mengapa engkau berbuat demikian, padahal engkau mengetahui bahwa harga satu pohon kurma itu seribu dirham." Beliau menjawab, "Karena ibuku meminta jamar pohon kurma, dan tidaklah ibuku meminta sesuatu kepadaku yang bisa kuberikan pasti ku berikan." (Diambil dari sifatush shafwah) Banyak yang bisa aku berikan, sebenarnya, tetapi aku belum bisa melakukannya. Jiwa ini masih berhitung dengan prioritas-prioritas yang bahkan dibuat-buat, hingga mengalahkan prioritas Ibu. Oh, betapa bodohnya aku.

Dalam hening malam bisu, dalam nestapa anak manusia dan pada waktu yang tersisa, aku selalu berdoa untuk kebaikanmu Ibu. Masih banyak yang belum bisa saya lakukan, banyak yang masih harus saya kerjakan, semoga aku bukan menjadi anak yang durhaka. Melalui dirimulah aku lahir ke dunia, atas jasamulah aku bisa seperti sekarang dan kepadamulah aku punya kewajiban hak, semoga engkau bisa menerimanya. Ridha robbi biridhal walaadi.  Dan semoga Allah berkenan memberi hidayah kepadamu. Itulah harapan terakhirku. Amin. (pf)
sumber : ldii.or.id


[Read More...]


Animasi Metamorfosis Kupu-kupu



berikut hasil animasi metamorfosis kupu-kupu saya, masih tugas ekstra komputer. Silahkan. oleh : @aulia_dew

untuk melihatnya silahkan klik disini yaaa
[Read More...]


My Animation



pertama kali aku akan memposting animasi yang aku buat, untuk memenuhi tugas ekstra komputer dari guru saya.. sederhana sih.. hehehehe. Oleh: @aulia_dew
jika ingin melihat silahkan klik tautan namanya..

> serius??
> loading..please wait
> my sip emotion
> born to be somebody
> jangan lupa sholat
> error jam

maaf ya kalo nanti gambarnya ada yg kecil, cuma 100x100 px

[Read More...]


Selamat Datang



Perkenalkan nama saya Desi. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih pada sobat yang sudah mengunjungi blog saya. Ini adalah blog baru saya. Silahkan dinikmati. Semaga bermanfaat. Maaf ya kalau blog saya terlalu sederhana dan isinya belum begitu banyak. Jangan lupa follow Twitter saya. terimakasih :D
[Read More...]


 
Return to top of page Copyright © 2010 | Life Story Converted into Blogger Template by HackTutors